Selasa, 02 Agustus 2016

Buka WIEF Ke-12, Jokowi Tekankan Pentingnya Inovasi

Rifan Financindo


PT Rifan Financindo Berjangka - JAKARTA - Presiden Joko Widodo hari ini resmi membuka World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 dengan seremonial pemukulan gong sebanyak lima kali. Pembukaan ini diadakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC).

Turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja pada hari ini. Diantara adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro, hingga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad. Selain itu, juga turut hadir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan bagaimana mementingkan inovasi dalam membangun ekonomi masyarakat. Sebab, tanpa inovasi, maka Indonesia akan jauh tertinggal dari negara lain.

"Inovasi tidak dapat lagi ditinggalkan, rekayasa genetik, pencetakan 3d, dan kita juga hidup di zaman yang penuh ketidakstabilan. Terdapat ketidaksetaraan pendapatan yang tidak pernah ada sebelumnya," kata Jokowi dalam acara pembukaan WEIF ke-12 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

"Kita juga mengalami banyak ancaman di seluruh dunia, pemulihan ekonomi masih rentan, kita harus mengakui inovasi dapat menciptakan pemenang atau pecundang. Ketika inovasi semakin besar kita juga akan ciptakan pemenang semakin besar. Apabila tidak hati-hati maka akan semakin banyak pecundang," imbuhnya.

Jokowi pun juga meminta agar pemuda islam di dunia dapat membuka jaringan secara luas. Sebab, hal ini merupakan sumber dari pertumbuhan ekonomi negara islam.

"Kita harus dorong anak muda kita untuk bersosialisasi ke dunia lain melalui media, media sosial. Kita tidak akan menang lawan persepsi dan dunia akan meninggalkan kita (jika tidak mengembangkan teknologi)," jelasnya.

Seperti diketahui, kali ini Indonesia kembali diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan skala internasional, yaitu World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12. Sebelumnya, Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah dalam kegiatan serupa pada 2009 lalu.

Pertemuan yang akan dilaksanakan hingga tanggal 5 Agustus ini akan dihadiri sekira 2.500 peserta dari 60 negara, dari level pimpinan negara/pemerintahan, menteri, pimpinan perusahaan multinasional, akademisi, seniman, para pelaku usaha UKM, para pelaku usaha muda, dana juga tokoh masyarakat.

(cc, Rifanfinancindo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar